Kamis, 05 Oktober 2017


Elegi Senja


Ini berat, kau takkan kuat...
Pada elegi senja, kau adalah nama yang selalu ku peluk erat
Membuatku merasa seperti waktu berjalan amat lambat
Lalu tersadar, bahwa kau dan aku adalah layang-layang yang tak pernah terikat

Kau adalah perasaan yang ku sembunyikan di balik punggungku

Menjadi pengagum tanpa nama, dibalut sekelumit rahasia
Pada silau cahaya, kau adalah rona jingga yang istimewa
Membuatku goyah, juga ragu seketika

Pada suatu waktu, ada yang hilang dari logikaku

Ada asa dan rasa dalam sesaknya rinduku
Ada kepingan kisah yang menyatu bersama egoku
Ada bahagia untuk senyum yang sempat kau bagi denganku

Namun...

Pun ada saatnya untuk berhenti
Untuk sebuah jejak yang tak bisa terhapuskan oleh luapan gemuruh nadi
Untuk kamu yang sempat ku sebut istimewa
Untuk kamu yang kini hanya tinggal cerita...
- I. N. K.
(Triangulasi Beach, March 25th 2016)

Sabtu, 29 Juli 2017

Hujan dan Kenangan


Masih ingatkah kau tentang filosofi hujan?
Yang dulu seringkali kau dan aku perbincangkan
Saat langkah kita terhenti di teras depan
Menadahkan tangan, meresapi dinginnya guyuran kehidupan
Lalu menatap lengangnya jalan, yang tiap cekungnya penuh genangan

Kau, aku, dan hujan...
Ku harap kau seperti teduh, yang selalu hujan tinggalkan saat ia berlalu
Atau seindah pelangi, yang bias warnanya selalu tampak menawan

Begitulah hujan, selalu istimewa
Menyulam pikiran, mengurai ingatan, menayangkan perasaan
Dan aku menyebutnya sebagai kenangan...


¾ I. N. K.

Kamis, 30 Mei 2013

Cerpen tema lingkungan

Bersih Itu Baik lho. . .

            Alunan musik Justin Bieber menggema di seluruh sudut kamar. Cewek bernama Reina Santika yang biasa di sapa dengan nama Nina sudah siap dengan seragam putih abu-abunya yang baru. Secara fisik dia bisa disebut cewek yang cantik, namun kebiasaan buruknya yang tidak mencintai lingkungan seringkali membuat orang lain tidak menyukainya. Hari ini adalah hari pertamanya masuk ke SMA setelah tiga hari melewati Masa Orientasi Siswa.
            “hai, namaku Eva”sapa cewek di sebelah Nina
            “aku Nina”jawabnya ramah
Pandangannya kemudian beralih pada cowok berkulit putih yang sedang duduk di pojok kantin, ia sedang serius membaca sebuah buku berjudul “Cintai Lingkunganmu”.
            “ah, pasti cowok yang peduli lingkungan”ucap Nina pelan
            “apa Nin?”balas Eva karena tak mendengar ucapan Nina
            “eh eng enggak kok Va,aku gak ngomong apa-apa”jawab Nina terbata-bata
            “kamu masuk kelas berapa Nin?”tanya eva kemudian
            “10-B”
            “sama dong! Kita bisa duduk sebangku. Oh iya, besok katanya ada pendaftaran buat TKS lho, ikut yuk!”
            “TKS tuh apa Va?”
            “Tim Kebersihan Sekolah, kamu liat gak cowok yang duduk di pojokan itu? Dia ketua tim, ganteng ya Nin?”
            “aku gak tertarik buat ikut Va, males!”
            “Yahh, Nin aku sendirian dong daftarnya. Ya udah deh”
****
            Suasana koridor siang itu begitu ramai, beberapa anak sedang mengantri untuk mendaftar sebagai Tim Kebersihan Sekolah termasuk Eva. Terlihat seorang cewek yang kabarnya di puja-puja seluruh cowok satu sekolah bernama Chintya, dia juga terlibat dalam pendaftaran Tim hari itu.
            “Hai Rio,aku daftar jadi TKS juga lho”ucap Chintya manja
            “oh,namanya Rio”batin Nina. Ia hanya tertawa cekikikan ketika melihat Chintya yang tidak dihiraukan oleh Rio
Sekilas, matanya bertemu mata elang milik si Rio yang membuatnya merasa salah tingkah. Ia kemudian buru-buru meninggalkan koridor dan masuk ke kelas. Bruk, tanpa sengaja Nina menabrak seseorang.
            “sorry, gue gak sengaja”ucap nina merasa bersalah
            “elu gak punya mata ya gak liat ada cewek cantik kayak gue lewat! Aduh jijik gue deket-deket sama cewek dekil dan jorok kayak elu”bentak Chintya pada Nina dengan gayanya yang sombong.
Semua pandangan tertuju pada mereka berdua, Nina merasa malu karena penghinaan dari Chintya di depan banyak temannya apalagi sepasang mata elang itu juga ikut mengamati kejadian tersebut. Nina langsung berlari tanpa menghiraukan Chintya yang masih saja marah-marah padanya.
****
            Nina tertunduk lemas di depan gudang lama sekolah dan menopang dagu di atas lututnya. Entah mengapa dia bisa duduk di tempat itu, padahal terdengar desas-desus bahwa gudang lama sekolah itu angker. Namun ia tak perduli, ia hanya mengikuti kemana arah kakinya melangkah.
Semilir angin menerbangkan sebagian rambut di dahinya, Ia masih saja memikirkan kejadian di koridor siang tadi, betapa malunya menjadi tontonan banyak orang karena ejekan dari Chintya. Rasanya ia ingin membolos sekolah saja besok karena tidak ingin jadi bahan ejekan teman-temannya. “Nina vs Chintya, si jelek yang jorok dan si cantik yang super bersih”
            “Tidaaaaak!”Nina berteriak keras sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan. Ia  merogoh isi tasnya dan menemukan sebungkus roti,karena kesal ia merobek bungkus roti itu dengan kasar lalu melemparnya begitu saja dan segera menelan roti itu dengan cepat. Wusssh,tiba-tiba angin bertiup kencang. Hawa dingin mulai membuat bulu kuduk nina sedikit merinding.
“Jangan-jangan bener nih tempat ada hantunya”batinnya, Nina segera berlari meninggalkan tempat itu dan pulang ke rumahnya.
****
Dengan langkah gontai dan mata agak sembab Nina memasuki pekarangan rumahnya, gurat kekecewaan nampak di wajahnya. Ibunya yang melihat hal tersebut langsung mendekati Nina yang duduk di kursi sambil meneguk es jeruk dingin kesukaannya.
            “Kenapa Nin? Di ejek teman?”tanya ibu sambil membelai rambut ikal Nina.
            “Tuh ibu udah tau kenapa nanya lagi.”jawab Nina ketus
            “Ih, galak amat loe dek!”sahut kakak Nina
            “Apa salahnya sih Nin berubah jadi anak yang cinta kebersihan, kamu gak bosen apa sejak SMP sering di ejek teman-teman kamu terus?”ucap sang ibu penuh perhatian
            “Tau ah!”jawab Nina sambil berlalu meninggalkan Ibu dan kakaknya dengan bibir yang sedikit di majukan karena kesal.
****
            Denting jam menunjukkan pukul 11 malam namun Nina tetap terjaga, tiba-tiba suasana dingin menyelimuti tiap sudut kamarnya. Rasa kantuk mulai menyerang penglihatannya, Namun Nina merasakan ada sesuatu yang aneh di kamarnya. Dia mengalihkan pandangannya pada lemari di pojok kamar, seperti ada sesuatu yang menahan agar matanya tetap terpaku pada lemari tersebut. Semakin jelas di kedua bola matanya seorang wanita berdiri di samping lemari dengan wajah yang menakutkan sedang melotot ke arahnya.
            “Kamu sudah mengotori rumahku, rasakan akibatnya nanti.”ucap wanita itu di ikuti tawa cekikikan yang sangat menakutkan lalu hilang begitu saja. Nina masih terdiam dengan bibir mengatup dan tubuh gemetar. Ia tidak percaya dengan apa yang baru saja dilihat.
“Hantu?”batinnya.  Ia merebahkan tubuhnya di kasur dan menutup rapat tubuhnya dengan selimut, ia khawatir bahwa hantu tersebut akan muncul kembali malam itu. Dengan segera Nina menutup matanya untuk pergi menjelajahi alam mimpi.
****
            “Eva, gue takut banget”ucap Nina dengan wajah pucat
            “Eh, lu kenapa Nin? Kayak orang habis di kejar setan aja”jawab Eva enteng
            “Lu tau gak,semalem gue di datengin hantu dan mukanya serem banget tau!”
            “Hah? Hantu?”
            “Iya, tuh hantu bilang katanya gue udah ngotorin rumahnya”
            “Emang lu habis ngapain sih?”
            “Mmm, sebenernya kemarin siang gue lagi duduk di gudang sekolah lama karena gue kesel sama penghinaan Chintya. Gue makan roti trus bungkusnya gue lempar gitu aja. Jangan-jangan tuh hantu marah lagi sama gue Va. Gue takut banget nih”
            “Eh denger-denger kalo ada yang habis ketemu tuh hantu bakalan meninggal”ucap eva dengan nada menyeramkan yang sengaja dibuat-buat untuk menakuti Nina. Nina terbelalak kaget dan merasa takut
            “Hey, gue bercanda kali gak usah tegang gitu deh!”sambung Eva kemudian “Mangkanya lu tuh cinta lingkungan dikit napa, kalo buang sampah jangan asal lempar aja! Kalo menurut gue kayaknya lu mesti balik ke sana buat nyari tuh sampah terus lu bilang minta maaf sama tuh hantu penunggu gudang”
            “Hah, lu gila apa masa nyuruh gue kesana lagi? Iya kalo cuma ngambil sampah, minta maaf terus pergi. Kalo tuh hantu muncul gimana Va,gue takut kali”
            “Udah lah, daripada lu entar malem di datengin lagi sama tuh hantu? Gue temenin deh kesananya!"
            “Bener ya, ya udah deh sepulang sekolah nanti anterin gue kesana”
****

Sejak kejadian itu Nina bertekad ingin berubah dan menunjukkan pada semua orang bahwa ia bisa jauh lebih baik dari Chintya yang sombong dan sok paling bersih itu. Nina sudah kapok akibat di datangi hantu karena ulahnya yang tidak mencintai lingkungan. Nina pergi menemui Rio bersama Eva dan mengatakan bahwa ia ingin terdaftar sebagai TKS. Seminggu kemudian sekolah mengadakan acara kerja bakti yang di ikuti seluruh siswa dan Tim Kebersihan Sekolah yang menjadi koordinator dari kegiatan tersebut.
“Ini kesempatan gue buat nunjukin ke semua orang bahwa gue juga mencintai lingkungan, bukan cuma  si Chintya tuh.”ucap Nina penuh semangat.
“Oke, semangat Nin”sahut Eva tak kalah semangatnya.
“Tapi, kelompok gue di tugasin buat bersih-bersih di sekitar gudang sekolah lama itu Va”
“Tenang aja, lagian tuh hantu juga udah gak datengin lu lagi kan setelah lu minta maaf?”
“Iya sih, ya udah deh.semangat!”
Kegiatan hari itu berjalan cukup lancar, sesekali Chintya menatap Nina dengan tatapan tidak suka karena lebih banyak guru yang memuji Nina daripada dirinya. Acara berlangsung hingga sore hari dikarenakan hujan turun cukup deras siang itu. Tanpa sadar ternyata Nina berada pas di depan pintu gudang, tiba-tiba ia merasa bulu kuduknya merinding. Ia menoleh pada pohon mangga yang letaknya tidak jauh dari gudang tersebut. sesuatu berwarna putih lusuh bergerak-gerak di salah satu dahan pohon. Nina langsung lari terbirit-birit melihat pemandangan tersebut, ia merasa takut hantu itu akan menampakkan dirinya lagi di depan Nina.
****
            “Eh Nin, elu dicari sama pak Budi noh!”ucap Eva yang tiba-tiba muncul di sebelah Nina
            “Ngangetin aja deh! Pak Budi? Pak budi yang guru biologi itu kan? Mau ngapain?”tanya Nina heran.
            “Iya, yang namanya Pak bBdi kan cuma satu. Gue gak tau, tadi cuma di suruh ngasih tau elu aja”jawab Eva dengan mulut penuh makanan
            “Ya udah gue kesana dulu, makanan gue jangan di habisin!!”teriak Nina sambil berlari meninggalkan Eva.
****
            Nina celingkukan di depan pintu ruang guru mencari keberadaan Pak Budi, Pak Budi yang menyadari kehadiran nina segera menghampirinya untuk menyampaikan alasan dia di panggil pagi itu.
            “Reina Santika?”tanya Pak Budi tiba-tiba mengagetkan Nina.
            “E-eh, iya pak saya. Ada apa mencari saya pak?”
            “Karena bantuan kamu sebagai salah satu ketua tim acara kemarin, guru-guru yang melihatnya merasa senang ada murid serajin kamu. Dan kami berniat memberikan penghargaan untukmu dalam upacara bendera besok lusa. Persiapkan diri ya, pakai pakaian yang rapi dan bersih,” Pak Budi menjelaskan panjang lebar lalu berlalu meninggalkan Nina yang masih terbengong-bengong mendengar penuturan gurunya itu.
“Gue dapat penghargaan?? Horeeeeee”nina bersorak kegirangan.
 Di tempat yang tak jauh darinya seseorang memperhatikan hal tersebut sejak tadi. seseorang bermata elang yang dengan sengaja berdiri disitu dan tersenyum tipis melihat Nina berjingkrak-jingkrak kesana kemari karena merasa senang atas penghargaan yang akan diperolehnya lusa.
****
            Hari itupun tiba, dalam hati nina merasa sangat bahagia ketika semua teman satu sekolahnya bertepuk tangan atas penghargaan yang diberikan padanya.
            “Selamat ya Nin” kata-kata itu yang ia dengar sejak pagi hingga siang,ucapan selamat dari semua orang yang mengenalnya. Kakak kelas yang tak mengenalnya pun menyapa dengan sekedar melempar senyum. Bahkan seorang Chintya juga memberi ucapan selamat untuknya.
****
            Nina berdiri sambil melipat kedua tangannya di dada, merasakan angin membelai seluruh tubuhnya yang terasa amat letih. Tiba-tiba seseorang menepuk pelan pundaknya dan membuat nina terperanjat.
            “Sedang apa melamun di tempat ini? Kamu tidak takut, katanya kan gudang ini ada hantunya?”tanya Rio
            “Kamu sendiri kenapa kesini?”Nina balik bertanya, Rio hanya tersenyum membalas pertanyaan Nina
            “Selamat ya”
            “Makasih”
            “Apa yang membuatmu berubah secepat itu?”
            “Hah?”Nina heran mendengar pertanyaan Rio
            “Bukankah kamu adalah gadis yang waktu itu sempat di omel oleh Chintya?”Rio lalu tertawa terkekeh-kekeh. Muka Nina merah karena malu mendengar perkataan Rio mengenai kejadian di koridor waktu itu.
            “Apapun yang membuatmu bisa berubah, aku bangga atas perubahanmu itu”lanjut Rio
Mereka berdua lalu beranjak meninggalkan tempat tersebut karena nampaknya hujan akan segera turun. Sekali lagi Nina menoleh pada tempat itu, tempat dimana ia pernah melempar sampah sembarangan dan sang hantu mendatanginya hingga ia seperti sekarang .
            “Ya,aku berterimakasih pada hantu itu. Seandainya waktu itu dia tak mendatangiku dan membuat jantungku hampir copot mungkin sekarang aku tak seperti ini. Aku takkan menjadi Nina yang cinta lingkungan dan mendapat penghargaan”batinnya
THE END