Bersih Itu Baik lho. . .
Alunan musik Justin Bieber menggema
di seluruh sudut kamar. Cewek bernama Reina Santika yang biasa di sapa dengan
nama Nina sudah siap dengan seragam putih abu-abunya yang baru. Secara fisik
dia bisa disebut cewek yang cantik, namun kebiasaan buruknya yang tidak
mencintai lingkungan seringkali membuat orang lain tidak menyukainya. Hari ini
adalah hari pertamanya masuk ke SMA setelah tiga hari melewati Masa Orientasi Siswa.
“hai,
namaku Eva”sapa cewek di sebelah Nina
“aku Nina”jawabnya ramah
Pandangannya
kemudian beralih pada cowok berkulit putih yang sedang duduk di pojok kantin,
ia sedang serius membaca sebuah buku berjudul “Cintai Lingkunganmu”.
“ah, pasti cowok yang peduli
lingkungan”ucap Nina pelan
“apa Nin?”balas Eva karena tak
mendengar ucapan Nina
“eh eng enggak kok Va,aku gak
ngomong apa-apa”jawab Nina terbata-bata
“kamu masuk kelas berapa Nin?”tanya
eva kemudian
“10-B”
“sama dong! Kita bisa duduk sebangku.
Oh iya, besok katanya ada pendaftaran buat TKS lho, ikut yuk!”
“TKS tuh apa Va?”
“Tim Kebersihan Sekolah, kamu liat
gak cowok yang duduk di pojokan itu? Dia ketua tim, ganteng ya Nin?”
“aku gak tertarik buat ikut Va,
males!”
“Yahh, Nin aku sendirian dong
daftarnya. Ya udah deh”
****
Suasana koridor siang itu begitu
ramai, beberapa anak sedang mengantri untuk mendaftar sebagai Tim Kebersihan
Sekolah termasuk Eva. Terlihat seorang cewek yang kabarnya di puja-puja seluruh
cowok satu sekolah bernama Chintya, dia juga terlibat dalam pendaftaran Tim
hari itu.
“Hai Rio,aku daftar jadi TKS juga
lho”ucap Chintya manja
“oh,namanya Rio”batin Nina. Ia hanya
tertawa cekikikan ketika melihat Chintya yang tidak dihiraukan oleh Rio
Sekilas,
matanya bertemu mata elang milik si Rio yang membuatnya merasa salah tingkah.
Ia kemudian buru-buru meninggalkan koridor dan masuk ke kelas. Bruk, tanpa sengaja Nina menabrak
seseorang.
“sorry, gue gak sengaja”ucap nina
merasa bersalah
“elu gak punya mata ya gak liat ada
cewek cantik kayak gue lewat! Aduh jijik gue deket-deket sama cewek dekil dan
jorok kayak elu”bentak Chintya pada Nina dengan gayanya yang sombong.
Semua
pandangan tertuju pada mereka berdua, Nina merasa malu karena penghinaan dari Chintya di depan banyak temannya apalagi sepasang mata elang itu juga ikut
mengamati kejadian tersebut. Nina langsung berlari tanpa menghiraukan Chintya
yang masih saja marah-marah padanya.
****
Nina tertunduk lemas di depan gudang
lama sekolah dan menopang dagu di atas lututnya. Entah mengapa dia bisa duduk
di tempat itu, padahal terdengar desas-desus bahwa gudang lama sekolah itu
angker. Namun ia tak perduli, ia hanya mengikuti kemana arah kakinya melangkah.
Semilir
angin menerbangkan sebagian rambut di dahinya, Ia masih saja memikirkan
kejadian di koridor siang tadi, betapa malunya menjadi tontonan banyak orang
karena ejekan dari Chintya. Rasanya ia ingin membolos sekolah saja besok karena
tidak ingin jadi bahan ejekan teman-temannya. “Nina vs Chintya, si jelek yang
jorok dan si cantik yang super bersih”
“Tidaaaaak!”Nina berteriak keras
sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan. Ia merogoh isi tasnya dan menemukan sebungkus roti,karena
kesal ia merobek bungkus roti itu dengan kasar lalu melemparnya begitu saja dan
segera menelan roti itu dengan cepat. Wusssh,tiba-tiba
angin bertiup kencang. Hawa dingin mulai membuat bulu kuduk nina sedikit
merinding.
“Jangan-jangan
bener nih tempat ada hantunya”batinnya, Nina segera berlari meninggalkan tempat
itu dan pulang ke rumahnya.
****
Dengan
langkah gontai dan mata agak sembab Nina memasuki pekarangan rumahnya, gurat
kekecewaan nampak di wajahnya. Ibunya yang melihat hal tersebut langsung
mendekati Nina yang duduk di kursi sambil meneguk es jeruk dingin kesukaannya.
“Kenapa Nin? Di ejek teman?”tanya
ibu sambil membelai rambut ikal Nina.
“Tuh ibu udah tau kenapa nanya
lagi.”jawab Nina ketus
“Ih, galak amat loe dek!”sahut kakak
Nina
“Apa salahnya sih Nin berubah jadi
anak yang cinta kebersihan, kamu gak bosen apa sejak SMP sering di ejek
teman-teman kamu terus?”ucap sang ibu penuh perhatian
“Tau ah!”jawab Nina sambil berlalu
meninggalkan Ibu dan kakaknya dengan bibir yang sedikit di majukan karena
kesal.
****
Denting jam menunjukkan pukul 11
malam namun Nina tetap terjaga, tiba-tiba suasana dingin menyelimuti tiap sudut
kamarnya. Rasa kantuk mulai menyerang penglihatannya, Namun Nina merasakan ada
sesuatu yang aneh di kamarnya. Dia mengalihkan pandangannya pada lemari di
pojok kamar, seperti ada sesuatu yang menahan agar matanya tetap terpaku pada
lemari tersebut. Semakin jelas di kedua bola matanya seorang wanita berdiri di
samping lemari dengan wajah yang menakutkan sedang melotot ke arahnya.
“Kamu sudah mengotori rumahku, rasakan
akibatnya nanti.”ucap wanita itu di ikuti tawa cekikikan yang sangat menakutkan
lalu hilang begitu saja. Nina masih terdiam dengan bibir mengatup dan tubuh
gemetar. Ia tidak percaya dengan apa yang baru saja dilihat.
“Hantu?”batinnya. Ia merebahkan tubuhnya di kasur dan menutup
rapat tubuhnya dengan selimut, ia khawatir bahwa hantu tersebut akan muncul
kembali malam itu. Dengan segera Nina menutup matanya untuk pergi menjelajahi
alam mimpi.
****
“Eva, gue takut banget”ucap Nina
dengan wajah pucat
“Eh, lu kenapa Nin? Kayak orang habis
di kejar setan aja”jawab Eva enteng
“Lu tau gak,semalem gue di datengin
hantu dan mukanya serem banget tau!”
“Hah? Hantu?”
“Iya, tuh hantu bilang katanya gue
udah ngotorin rumahnya”
“Emang lu habis ngapain sih?”
“Mmm, sebenernya kemarin siang gue
lagi duduk di gudang sekolah lama karena gue kesel sama penghinaan Chintya. Gue
makan roti trus bungkusnya gue lempar gitu aja. Jangan-jangan tuh hantu marah
lagi sama gue Va. Gue takut banget nih”
“Eh denger-denger kalo ada yang
habis ketemu tuh hantu bakalan meninggal”ucap eva dengan nada menyeramkan yang
sengaja dibuat-buat untuk menakuti Nina. Nina terbelalak kaget dan merasa takut
“Hey, gue bercanda kali gak usah
tegang gitu deh!”sambung Eva kemudian “Mangkanya lu tuh cinta lingkungan dikit
napa, kalo buang sampah jangan asal lempar aja! Kalo menurut gue kayaknya lu
mesti balik ke sana buat nyari tuh sampah terus lu bilang minta maaf sama tuh hantu
penunggu gudang”
“Hah, lu gila apa masa nyuruh gue
kesana lagi? Iya kalo cuma ngambil sampah, minta maaf terus pergi. Kalo tuh
hantu muncul gimana Va,gue takut kali”
“Udah lah, daripada lu entar malem
di datengin lagi sama tuh hantu? Gue temenin deh kesananya!"
“Bener ya, ya udah deh sepulang
sekolah nanti anterin gue kesana”
****
Sejak
kejadian itu Nina bertekad ingin berubah dan menunjukkan pada semua orang bahwa
ia bisa jauh lebih baik dari Chintya yang sombong dan sok paling bersih itu. Nina
sudah kapok akibat di datangi hantu karena ulahnya yang tidak mencintai
lingkungan. Nina pergi menemui Rio bersama Eva dan mengatakan bahwa ia ingin
terdaftar sebagai TKS. Seminggu kemudian sekolah mengadakan acara kerja bakti
yang di ikuti seluruh siswa dan Tim Kebersihan Sekolah yang menjadi koordinator
dari kegiatan tersebut.
“Ini
kesempatan gue buat nunjukin ke semua orang bahwa gue juga mencintai lingkungan, bukan
cuma si Chintya tuh.”ucap Nina penuh
semangat.
“Oke,
semangat Nin”sahut Eva tak kalah semangatnya.
“Tapi,
kelompok gue di tugasin buat bersih-bersih di sekitar gudang sekolah lama itu
Va”
“Tenang
aja, lagian tuh hantu juga udah gak datengin lu lagi kan setelah lu minta
maaf?”
“Iya
sih, ya udah deh.semangat!”
Kegiatan
hari itu berjalan cukup lancar, sesekali Chintya menatap Nina dengan tatapan
tidak suka karena lebih banyak guru yang memuji Nina daripada dirinya. Acara
berlangsung hingga sore hari dikarenakan hujan turun cukup deras siang itu. Tanpa
sadar ternyata Nina berada pas di depan pintu gudang, tiba-tiba ia merasa bulu
kuduknya merinding. Ia menoleh pada pohon mangga yang letaknya tidak jauh dari
gudang tersebut. sesuatu berwarna putih lusuh bergerak-gerak di salah satu
dahan pohon. Nina langsung lari terbirit-birit melihat pemandangan tersebut, ia
merasa takut hantu itu akan menampakkan dirinya lagi di depan Nina.
****
“Eh Nin, elu dicari sama pak Budi
noh!”ucap Eva yang tiba-tiba muncul di sebelah Nina
“Ngangetin aja deh! Pak Budi? Pak
budi yang guru biologi itu kan? Mau ngapain?”tanya Nina heran.
“Iya, yang namanya Pak bBdi kan cuma
satu. Gue gak tau, tadi cuma di suruh ngasih tau elu aja”jawab Eva dengan mulut
penuh makanan
“Ya udah gue kesana dulu, makanan
gue jangan di habisin!!”teriak Nina sambil berlari meninggalkan Eva.
****
Nina celingkukan di depan pintu
ruang guru mencari keberadaan Pak Budi, Pak Budi yang menyadari kehadiran nina
segera menghampirinya untuk menyampaikan alasan dia di panggil pagi itu.
“Reina Santika?”tanya Pak Budi
tiba-tiba mengagetkan Nina.
“E-eh, iya pak saya. Ada apa mencari
saya pak?”
“Karena bantuan kamu sebagai salah
satu ketua tim acara kemarin, guru-guru yang melihatnya merasa senang ada murid
serajin kamu. Dan kami berniat memberikan penghargaan untukmu dalam upacara
bendera besok lusa. Persiapkan diri ya, pakai pakaian yang rapi dan bersih,” Pak Budi menjelaskan panjang lebar lalu berlalu meninggalkan Nina yang masih
terbengong-bengong mendengar penuturan gurunya itu.
“Gue
dapat penghargaan?? Horeeeeee”nina bersorak kegirangan.
Di tempat yang tak jauh darinya seseorang
memperhatikan hal tersebut sejak tadi. seseorang bermata elang yang dengan
sengaja berdiri disitu dan tersenyum tipis melihat Nina berjingkrak-jingkrak
kesana kemari karena merasa senang atas penghargaan yang akan diperolehnya
lusa.
****
Hari itupun tiba, dalam hati nina
merasa sangat bahagia ketika semua teman satu sekolahnya bertepuk tangan atas
penghargaan yang diberikan padanya.
“Selamat ya Nin” kata-kata itu yang
ia dengar sejak pagi hingga siang,ucapan selamat dari semua orang yang
mengenalnya. Kakak kelas yang tak mengenalnya pun menyapa dengan sekedar
melempar senyum. Bahkan seorang Chintya juga memberi ucapan selamat untuknya.
****
Nina berdiri sambil melipat kedua
tangannya di dada, merasakan angin membelai seluruh tubuhnya yang terasa amat
letih. Tiba-tiba seseorang menepuk pelan pundaknya dan membuat nina
terperanjat.
“Sedang apa melamun di tempat
ini? Kamu tidak takut, katanya kan gudang ini ada hantunya?”tanya Rio
“Kamu sendiri kenapa kesini?”Nina
balik bertanya, Rio hanya tersenyum membalas pertanyaan Nina
“Selamat ya”
“Makasih”
“Apa yang membuatmu berubah secepat
itu?”
“Hah?”Nina heran mendengar
pertanyaan Rio
“Bukankah kamu adalah gadis yang
waktu itu sempat di omel oleh Chintya?”Rio lalu tertawa terkekeh-kekeh. Muka Nina merah karena malu mendengar perkataan Rio mengenai kejadian di koridor
waktu itu.
“Apapun yang membuatmu bisa berubah,
aku bangga atas perubahanmu itu”lanjut Rio
Mereka berdua
lalu beranjak meninggalkan tempat tersebut karena nampaknya hujan akan segera
turun. Sekali lagi Nina menoleh pada tempat itu, tempat dimana ia pernah melempar
sampah sembarangan dan sang hantu mendatanginya hingga ia seperti sekarang .
“Ya,aku berterimakasih pada hantu
itu. Seandainya waktu itu dia tak mendatangiku dan membuat jantungku hampir
copot mungkin sekarang aku tak seperti ini. Aku takkan menjadi Nina yang cinta
lingkungan dan mendapat penghargaan”batinnya
THE END